Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

The Long and Winding Road (the trip)

  • Sunday, November 13, 2011
  • Gunmen
  • Labels:
  • Denpasar, 27 Oktober 2011

    Pagi yang cerah di Denpasar saat itu, dan aku bangun terlalu pagi untuk seorang pengangguran. Yah setidaknya punya waktu lebih banyak untuk bengong merenung, spirtualitas yang berhasil aku capai waktu itu adalah "Manusia memang tdk akan pernah puas dengan keadaannya", saat menganggur pengen punya rutinitas, saat punya rutinitas ingin bebas dari rutinitas..

    Beruntung hari itu aku punya teman sepengangguran, akhirnya kami memutuskan untuk, ya istilahnya "ride to the east". Tanpa rencana dan persiapan, ini bener-bener spontanitas saja.. But honestly, that was lot of fun..

    Kuda Besi



    Vixion, kuda besi milik kawanku. Tunggangan ini yang mengantar kami menelusuri Bali timur. Modal 20 ribusaja sudah cukup buat dia tak rewel..








    me and my friend Wirya..
    On the road,, di bay pass Ida Bagus Mantra.

    Persimpangan jalan.
    Belok kiri kalau tak salah arah ke Gianyar..
    Orang difoto nantinya bakal nerobos lampu merah, untung tidak ada kendaraan lain yang nabrak..
    Kids, don't do that, respect the traffic light..






    tempat makan antah berantah di pinggir pantai dekat dengan Goa Lawah, ada anak kecil bantu ibunya yang menyiapkan potongan kayu pohon kelapa untuk dibuat batang/tusuk sate.
    Aku sama sekali belum makan dari pagi, untung ditengah jalan ketemu warung makan ini, --aku lupa namanya--. Oh iya, sebelum sampai di tempat makan ini, sempat tersesat juga, salah ngambil jalan yang malah balik menuju Denpasar yang notabene berada di arah barat, padahal perasaan kami berjalan ke timur. Makan disana enak dan murah, dan bergisi. Sangat disayangkan mereka mempekerjakan anak-anak kecil dibawah umur. Wirya bilang "mereka ga lebih besar dari Omang (adiknya yang masih kelas 2 SMP)". Karena merasa gimana gitu, akhirnya kami ngasi tipping buat karyawan dsana...

    Baranjak dari tempat makan, next stop berikutnya adalah pelabuhan Padang Bay. Memutuskan kesana kebetulan waktu ketemu penunjuk jalan "kiri ke Candi Dasa, kanan ke Padang Bay". Padang Bay, baru pertama kali aku kesana, kesan yang tertangkap? Peace and beautiful ..
    Padang Bay Road


    Move on, destinasi berikutnya adalah Candi Dasa, tapi hanya sekedar lewat saja. Pada akhirnya keputusan terakhir adalah menuju Karangasem. Perjalanannya cukup lama, karena ga tau jalan, dan meragukan, karena sama sekali ga ketemu penunjuk jalan. ..........

    Kota Amlapura, akhirnya sampai disana. Tapi kenapa sepi sekali?
    Tidak ada yang menyenangkan di Amlapura, bahkan mudi-mudi yang diharapkan bermunculan pun tak ada, (entah itu bener kota Amlapura atau bukan aku tak tahu), kami memutuskan untuk balik ke Denpasar.
    Yak dan kami tersesat lagi gara-gara ngekor mobil box. Mungkin hari keberutungan aku waktu itu, secara kebetulan ketemu penunjuk jalan yang mengarah ke Taman Ujung. Jujur, aku baru hari itu tau ada tempat bernama Taman Ujung (that's a shame, aku orang Bali tp tidak tau sampai hari itu), and guess what, tempatnya super keren..
    beautiful place of Taman Ujung
    Peristirahatan Sang Raja
    Sang Pangeran, tahun 1925
    WARNING

    kurang afdol kalo ga ngepost foto sendri haha...


    Banyak tempat keren, all we need is just get up from bed and go out..
    *foto diambil pake kamera Ipod Touch


    Indonesia is the synonym of beautiful
    You'll Never Walk Alone
    • Share

    0 comments:

    Post a Comment

    (c) All Right Reserved 2011 This Is who I really am. Blogger template by Bloggermint